Cara Membuat Video Presentasi Yang Benar

Cara Membuat Video Presentasi Yang Benar

Membuat Video Presentasi tidaklah susah. Kau cuma perlu merencanakan dan membentuk kerangka inspirasi untuk kemudian dibuat sebuah video. Tetapi, tentu saja dalam membikin video tak dapat sembarangan. Diperlukan kerja keras untuk menempuh hasil yang optimal dan memuaskan.

Bagaimana jadinya jikalau Membuat Video Presentasi yang kau bikin mendapatkan cemoohan atau kritikan dari para audiens? Memalukan bukan? Itu tandanya kau kurang mempersiapkan hal-hal kecil yang harus kau lakukan dengan matang. Karenanya, simak yuk langkah-langkah dalam membikin video presentasi yang informatif ala bieproduction.com.

Langkah Membuat Video Presentasi

  • Tentukan Topik

Langkah pertama adalah memutuskan topik. Pilih topik yang sedang hangat diperbincangkan, atau topik yang menarik untuk dibahas secara mendalam. Pemilihan topik yang pas bisa berakibat pada respons audiens pada ketika presentasi dilaksanakan. Seandainya susah menemukan topik yang menarik, karenanya carilah sesuatu yang awam lalu kau olah supaya menjadi luar awam dan menarik perhatian.

  • Buatlah Storyboard Untuk Shotting

Setelah berhasil anda menemukan topic, maka langkah selanjutnya adalah membuat rancangan gambar yang bercerita. Rancangan gambar ini disebut Storyboard. urutan cerita dibuat harus sedemikin rupa agar client pada saat presentasi dilakukan.

baca juga : cara membuat storyboard

  • membuat script untuk shotting

Jangan hingga kau melupakan langkah yang satu ini. Script untuk membikin sebuah video sangatlah penting, sekalipun video yang kau sajikan merupakan video bisu (alias tak ada dialog). Betapa lebih bagusnya kau juga menunjukkan subtitle untuk memperjelas dialog. Sebuah script betul-betul menolong dalam pembuatan video presentasi, produksi (shooting) menjadi lebih gampang dan terencana .

  • proses shotting dan editing

Berikutnya merupakan pengerjaan shooting dan editing. Cara pengambilan gambar ini diperlukan keahlian khusus. Camera person sepatutnya mengenal bagaimana mengambil angle yang baik, oleh sebab itu diperlukan script dan storyboard untuk menolong camera person dalam mengambil gambar. dengan seperti itu pengerjaan shooting menjadi lebih pesat dan tersusun rapi. Adapun setelahnya merupakan pengerjaan mengedit video supaya menjadi satu kesatuan cerita yang utuh. Seorang editor bertugas mengumpulkan dan menyatukan footage video yang diambil, untuk kemudian diolah dengan menambahkan beraneka bunyi atau musik dan bagian lainnya (seperti efek, teks, dan colour grading).

  • Pemeriksaan

Langkah terakhir merupakan melaksanakan pemeriksaan. Umumnya pemeriksaan dikerjakan sebelum video hal yang demikian tayang (dipresentasikan) di hadapan audiens. Kau perlu memutuskan secara berulang kali, apakah video hal yang demikian cocok untuk ditonton oleh audiens atau tak. Dan pastikan bahwa tak ada alur cerita yang terlewat di dalamnya. Karena jikalau satu saja terlewat, karenanya dapat dipastikan presentasimu tak akan berjalan pantas yang kau harapkan.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *