Trik Pisikologi Marketing Penjualan Meningkat

Trik Pisikologi Marketing Penjualan Meningkat

Salah satu tugas penting dari peran marketer/pemasaran yang hebat adalah sadar bagaimana serta mengapa orang-orang berpikir dan melakukan tindakan seperti yang mereka lakukan. Inilah Trik Pisikologi Marketing.

Jadi, sebelum Anda jalankan strategi atau Trik Pisikologi Marketing yang cenderung teknis, terlampau menolong jikalau Anda sadar terlebih dahulu bagaimana orang-orang beroperasi. Mengapa? Sederhananya gara-gara sadar lebih dari satu komitmen kunci psikologi sanggup mengubah pemasaran atau marketing Anda dari baik jadi luar biasa.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari apa saja teori-teori psikologi yang sanggup Anda dapat fungsikan untuk mengoptimasi manfaat pemasaran di usaha Anda. Namun, mari kita kenali terlebih dahulu apa definisi jelasnya. Berikut adalah definisi singkat dari istilah psikologi marketing!

Trik Pisikologi Marketing Yang Bisa Meningkatkan Penjualan

Bantu Calon Customer Agar Terhindar dari “Action Paralysis

Ada sebagian pendekatan yang dapat dilaksanakan agar calon customer/pelanggan Anda memahami soal uji cobalah gratis yang Anda tawarkan.

Sebagian besar perusahaan menentukan untuk menyalin template yang udah umum dipakai orang semacam “Daftarkan diri Anda untuk uji cobalah gratis selama 30 hari” atau dalam bhs Inggris dengan kata-kata singkat “Try premium trial for 30 days”.

Tetapi alternatif yang lebih baik dari itu adalah dengan cara memanfaatkan pendekatan yang lebih lunak seperti “Tidak tersedia pembayaran untuk bulan pertama”.

Tujuannya sama, namun berpotensi hasil yang berbeda. Mana yang terdengar lebih baik di telinga Anda agar tidak menahan Anda untuk coba?Anda juga dapat memanfaatkan subteks untuk memperkuat CTA Anda.

Contohnya seperti, “Batalkan kapan saja” atau “Akses penuh atas seluruh fitur premium”. Contoh selanjutnya merupakan tipe perubahan/penambahan subteks yang bagus untuk digunakan bagi pengujian A/B Testing.

Berikan Hierarki Label Pada Customer

Buatlah pembeli Anda menjadi istimewa. Itu dapat menjadi alat retensi yang hebat, dan Anda menjadi memiliki kesempatan untuk mengubah pembeli menjadi duta bagi product Anda secara cuma-cuma. Ini juga merupakan metode akuisisi yang bagus, mengingat berapa banyak pembeli baru yang benar-benar memiliki kwalitas dapat saja menjadi berdatangan karena panduan dari mulut ke mulut.

Lalu, bagaimana caranya untuk menerapkan hierarki label bagi pembeli Anda? Berikut adalah caranya!

Tambahkan label di dalam akun/produk yang berikan mereka tingkat status yang lebih tinggi dibanding yang lainnya mungkin sehabis mereka menjadi pelanggan untuk jangka kala tertentu, atau bagi yang udah lakukan tindakan spesifik berkaitan product maupun jasa Anda.

Kirim mereka sesuatu yang nyata yang dapat mereka pakai/gunakan (exclusive-ebook, merchandise dan lain-lain yang ekslusif)

Berikan lencana digital yang dapat mereka pamerkan/taruh di website mereka untuk menyatakan bahwa mereka adalah anggota tersertifikasi yang mencapai status gold/ema, silver/perak, dan lain-lain.

Pahami 3 Jenis Pembeli

Pakar-pakar neuroeconomic udah mendeskripsikan tiga tipe pembeli menjadi “tightwads”, “spendthrifts”, dan “average spenders”. Kenali mereka dan pelajari siasat pemasaran bagi masing-masing kategori pembeli dengan memahami rincian berikut!

  • Tightwads

Ada beberapa tipe pembeli tightwad yang lebih menentukan buat menghemat uang daripada membelanjakannya secara masif. Mereka adalah tukang anggaran dan si perencana.

Tightwads akan menahan pengeluaran uang mereka guanakan selama yang mereka bisa. Dan alasan mereka lakukan ini tidak wajib karena alasan mereka kurang/butuh uang. Mereka lakukan ini kadang karena mereka menginginkan menyimpan uang mereka untuk beli barang-barang yang langka, misalnya.

Mereka juga dapat tunggu harga suatu product incaran turun sehabis hype product udah berangsur-angsur reda.

Jadi, mereka akan membelanjakan beberapa bahkan lebih sedikit dan menghemat lebih banyak uang dibandingkan dengan orang kebanyakan.

  1. Cara Menjual ke Tightwad

Menjual ke tightwad tidak terjadi dalam semalam, menjadi bersiaplah untuk memainkan game yang agak melelahkan. Selain itu, kalau tawaran harga tidak sesuai dengan anggaran mereka, mereka bisa saja tidak dapat pernah memakan umpan marketing yang Anda berikan.

Gunakan beberapa kata-kata yang bermuatan dengan emosi negatif dalam konten pemasaran Anda. Baiknya Anda tidak menyampaikan, “Anda berhak mendapatkan ini”. Coba anda sampaikan sesuatu kepada seseorang seperti, “Simpan lebih banyak di jaman depan dengan berinvestasi di sini, sekarang juga!”

Andalkan information angka, bagan, dan grafik. Gunakan itu seluruh sebagai daya tarik emosional mereka dalam mendorong penjualan. Intinya, bersikaplah lugas, jujur, dan tepat. Jelas, mereka tidak suka pemasaran yang basa-basi.

  • Spendthrifts

Jenis pembeli yang ini juga sebetulnya tidak banyak. Seperti yang bisa saja Anda udah duga, spendthrifts adalah kebalikan dari tipe pertama tadi. Spendthrifts kebal terhadap rasa menyesal yang biasa pembeli alami, mereka berbelanja lebih banyak dan menghemat lebih sedikit dibanding dengan umumnya orang.

Jenis pembeli ini ikuti motto, bahwa uang ditujukan untuk dibelanjakan, dan menghabiskan uang tidak wajib terbujuk oleh faktor pengendali semacam anggaran. Tindakan pembelian mereka benar-benar didorong oleh pemicu emosional.

2. Cara Menjual ke Spendthrifts

Spendthrifts adalah pembeli termudah Anda, karena mereka umumnya tidak wajib banyak diyakinkan untuk lakukan pembelian. Tetapi senantiasa saja, senantiasa tersedia siasat untuk menarik pembelian dari mereka.

Gunakan iklan yang berupa emosional. Bisa saja berupa video yang mencakup banyak gambar (bayi lucu, anak anjing, dan mahluk imut-imut yang senantiasa mengasikkan penonton). Manfaatkanlah beberapa psikologi mengenai marketing warna  dengan cara yang atraktif bagi mereka.

  • Average Spenders

Tightwads dan spendthrifts yang baru saja kami jelaskan seperti duduk di segi berlawanan soal spektrum pengeluaran uang. Sementara, average spenders agak sukar untuk dijelaskan. Intinya average spenders ini berada di tengah-tengah ke-2 tipe pembeli lainnya.

Kebanyakan dari beberapa average spenders akan membeli barang yang masih dapat mereka rasionalkan sebagai salah satu investasi yang lebih baik, namun juga yang tidak menjadi dampak bagi keuangan mereka.

Jadi mereka masih memanjakan diri soal membeli namun mereka melakukannya dengan alasan yang cenderung masih rasional, sambil senantiasa coba untuk menghemat uang juga mematuhi sebagian anggaran yang udah mereka buat. Pengeluarannya didorong oleh emosi dan juga oleh analitik.

3. Cara Menjual ke Average Spenders

Average spenders mewakili basis pembeli terbesar Anda agar fokus obyek pasar dari upaya Anda adalah tipe pembeli satu ini.

Maka buatlah keseimbangan siasat pemasaran emosi sekaligus data-driven. Contohnya, Anda dapat sertakan jaminan uang kembali, garansi seumur hidup, atau pengiriman gratis untuk menenangkan rasa risau mereka terhadap penyesalan pembeli yang bisa saja mereka alami nantinya. Ini dapat mendorong mereka untuk berbelanja tanpa khawatir.

Bangun Urgensi dengan Cara Cerdas

Dalam sebuah belajar uji oleh Howard Leventhal, dia menyimpulkan bahwa orang-orang cenderung memblokir Info mutlak kalau mereka tidak menerima Info lanjutan yang berisi wejangan spesifik soal bagaimana cara menghadapinya/menggunakannya dengan optimal.

Contohnya Anda memiliki bisnis online platform. Anda juga wajib menekankan fitur-fitur unik dari product Anda itu dan bagaimana hal itu dapat menyelamatkan pengguna dari profit-loss misalnya pengguna tidak memakainya (fitur itu cuma tersedia di hanya satu online platform unggulan, yakni dari perusahaan Anda).

Intinya jangan membangun urgensi dengan kata-kata klise saja. Cobalah lebih spesifik dan unik untuk membuatnya outstanding.

Tunjukkan Perusahaan Anda “Stand for Something”

Jika Anda berdiri untuk sesuatu yang penting dalam perusahaan anda misalnya, amal bagi penderita kanker atau anak-anak yang perlu sekolah gratis, maka pasar dapat lebih berpotensi menjadi pelanggan Anda.

Faktanya, 74% orang dari hasil survey yang dilaksanakan oleh Unbounce, menyatakan bahwa ketetapan pembelian mereka lebih cenderung didasarkan terhadap faktor psikologis satu ini. Trik ini bagus dan efisien untuk menaikkan conversion rate Anda.

Melakukan Penawaran dengan Teknik “Devil’s Advocate”

Penelitian menyatakan bahwa orang dapat lebih cenderung membeli disaat mereka memiliki analisis yang dipertanyakan oleh perusahaan Anda.

Bagaimana maksud jelasnya? Intinya, Anda wajib menangani kekhawatiran calon pembeli kala lakukan sales dengan tidak berpegang terhadap setumpuk teori/penelitian yang membosankan.

Lalu dengan apa? Coba berikan belajar masalah yang paling relevan dan aktual. Ini dapat lebih menarik dan lebih berpotensi menjual.

Kejutkan Customer Anda dengan Hal-hal Yang Baik Dan Luar Biasa

Kejutkan kepada salah satu pembeli Anda dengan beberapa sajian yang tidak terduga, maka Anda dapat membangun loyalitas terhadap brand dengan lebih baik. Selain itu, kemungkinannya Anda dapat lebih banyak menerima ucapan menerima kasih dalam wujud testimonial yang mana ini menjadi jejak pencapaian Anda yang organik.

Orang-orang yang berpotensi menjadi pembeli Anda dapat melihatnya dan perhitungkan untuk memanfaatkan jasa/membeli product Anda karena mereka lebih mempercayai ulasan orisinil pengguna Anda dibanding iklan dengan cost pembuatan yang luar biasa banyak di televisi.

Benarkah? Ya, karena jaman digital udah terjadi lumayan lama, para pembeli menggantungkan penilaiannya terhadap nilai Anda di dunia online.

Kesimpulan

Selain teori-teori yang telah kita sampaikan di atas, ada artikel menarik kita lainnya pada Blog bieproduction.com yang terhitung harus Anda baca untuk menaikkan referensi Anda dalam mengembangkan bisnis.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *