Memahami Marketing Funnel Tujuan dan Strateginya

Memahami Marketing Funnel Tujuan dan Strateginya

Marketing funnel adalah alat yang di gunakan oleh bisnis untuk mengukur tingkat minat pelanggan terhadap produk atau layanan mereka. Selain itu, marketing funnel juga membantu bisnis mengidentifikasi masalah dalam proses pembelian dan mencari cara untuk mengatasi hambatan tersebut. – Memahami Marketing Funnel Tujuan

Memahami Marketing Funnel Tujuan dan Strateginya
Memahami Marketing Funnel Tujuan dan Strateginya

Apa Yang di Maksud Dengan Marketing Funnel?

Marketing funnel adalah sebuah alat yang di gunakan untuk mengukur tingkat minat pelanggan dan tahapan pembelian produk atau layanan bisnis. Marketing funnel terdiri dari beberapa tahap, mulai dari menarik perhatian calon pelanggan, membuat penawaran, dan akhirnya mengkonversi mereka menjadi pelanggan yang aktif. Setiap tahap dalam marketing funnel, perusahaan harus menggunakan strategi pemasaran yang tepat untuk membantu mengubah mereka menjadi pelanggan yang setia.

Apa Tujuan Dari Marketing Funnel?

Marketing funnel juga bisa membantu bisnis meningkatkan efisiensi dalam strategi pemasaran mereka dan mengurangi biaya promosi yang tidak efektif. Adapun tujuan lainnya dari marketing funnel yaitu:

  1. Membangun kepercayaan dan mempertahankan hubungan yang kuat dengan pelanggan
  2. Menciptakan pengalaman pelanggan yang positif.
  3. Meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan dan mengurangi tingkat pembatalan pemesanan
  4. Meningkatkan penjualan dan peningkatan pendapatan bisnis.
  5. Menciptakan awareness atau kesadaran tentang produk atau layanan yang di tawarkan bisnis.
  6. Membangun minat dan keinginan pelanggan untuk mencoba produk atau layanan tersebut.
  7. Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan menawarkan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Baca Juga : 4 Cara membangun Digital Branding untuk bisnis

Apa Strategi Marketing Funnel?

Awareness

Strategi marketing funnel pertama adalah kesadaran awarenes. Contohnya, bisnis mengadakan kampanye iklan di media sosial untuk meningkatkan brand awareness dan menarik perhatian calon pelanggan.

Interest

Strategi selanjutnya yaitu minat. Sebagai contoh bisnis membuat content marketing yang bermanfaat dan menarik bagi pelanggan, seperti artikel dan video tutorial tentang produk atau layanan yang di tawarkan.

Decision

Strategi lainnya yang perlu Anda lakukan yaitu dengan memberikan solusi. Bisnis perlu menawarkan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, serta menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan melalui layanan pelanggan yang baik dan aktif di media sosial.

Action

Langkah selanjutnya, bisnis perlu mengoptimalkan proses pembelian dengan menyediakan opsi pembayaran yang mudah dan aman, serta memberikan layanan purna jual yang baik untuk membuat pelanggan melakukan pembelian dan menjadi pelanggan setia bisnis.

Jika anda membutuhkan Jasa Digital Marketing, Anda bisa hubungi kami di sini atau klik bieproduction.com

4 Cara membangun Digital Branding untuk bisnis

4 Cara membangun Digital Branding untuk bisnis

Digital branding menjadi penting karena lewat ini kamu bisa membangun ikatan dengan pelanggan. Kenapa bisa begitu? Tentu saja karena kita kini hidup di era digital. Hampir semua orang sudah memanfaatkan internet untuk berkomunikasi dan memenuhi kebutuhannya. Selain itu, jika banyak bisnis saingan yang go-online, otomatis usaha kamu pun sudah harus masuk ke dunia ini. – 4 Cara membangun Digital

4 Cara membangun Digital Branding untuk bisnis
4 Cara membangun Digital Branding untuk bisnis

Logo seharusnya menjadi satu-satunya gambar yang pelanggan bisa kaitkan dengan merek usaha kamu. Logo menjadi sangat penting karena yang menjadi identitas visual sebuah merek. Dengan bantuan logo, produk kamu akan lebih mudah di kenal dan di ingat. Logo juga yang akan menjadi identitas utama di semua platform dan channel marketing digital yang kamu gunakan nantinya.

Membangung website

Jika logo adalah simbol dari bisnis kamu, maka website merupakan fondasi dalam melancarkan digital marketing, sehingga apabila kamu memiliki website yang tidak menarik maka itu merupakan hal yang sia-sia. Tampilan dan isi web adalah wajah perusahaan kamu. Kualitas website juga penting di kembangkan dalam memberikan langkah selanjutnya bagi pelanggan.

Baca Juga : 5 Cara Membangun Loyalitas Konsumen

Brand messaging

Brand messaging adalah apa yang ingin bisnis kamu sampaikan ke calon pelanggan. Misalnya, jika kamu membuka sebuah kedai kopi dengan biji kopi petani lokal, sebaiknya kamu menyebutkannya di brand message. Pesan atau message yang ingin sampaikan harus sesuai dengan apa yang bisnis kamu lakukan dan misi bisnis kamu. Selain itu, jangan lupa untuk selalu fokus pada keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Membuat press release

Berikutnya adalah kamu perlu membuat press release. Mengapa demikian? Dengan membuat press release yang berkualitas, brand kamu akan masuk dalam berbagai tren pemberitaan di Google. Oleh karena itulah, siapkan beberapa jenis berita kepada masyarakat terkait brand kamu. Hal ini cukup efektif, terlebih banyak orang memiliki kecenderungan membaca berita online.

Jika anda membutuhkan Jasa Digital Marketing, Anda bisa hubungi kami di sini atau klik bieproduction.com

5 Cara Membangun Loyalitas Konsumen

5 Cara Membangun Loyalitas Konsumen

Loyalitas konsumen berasal dari rasa puas mereka terhadap produk kamu. Selain itu, loyalitas konsumen menciptakan pelanggan yang akan selalu mengikuti perkembangan bisnismu. Loyalitas konsumen juga dapat meningkatkan penjualan produk. – 5 Cara Membangun Loyalitas

5 Cara Membangun Loyalitas Konsumen
5 Cara Membangun Loyalitas Konsumen

Memberi Kemudahan Konsumen Melakukan Transaksi

Cara membangun loyalitas konsumen yang pertama adalah dengan memberi kemudahan calon pembeli untuk melakukan transaksi. Oleh karena itu, kamu harus menggunakan sistem yang mudah di mengerti, agar proses transaksi berjalan dengan mudah.

Sering Memberikan Diskon

Cara membangun loyalitas konsumen berikutnya adalah dengan memberikan diskon. Berikan voucher berupa potongan harga agar konsumen kamu tertarik melakukan pembelian. Semakin sering kamu memberikan diskon, maka konsumen akan semakin sering berbelanja. Kemudian, lambat laun loyalitas akan terbentuk.

Tingkatkan Customer Care

Cara membangun loyalitas konsumen yang selanjutnya adalah dengan meningkatkan customer care. Customer care merupakan layanan yang bertujuan untuk membuat konsumen tetap setia pada suatu produk atau bisnis. Hal ini di tunjukkan oleh interaksi yang di lakukan untuk membangun hubungan lebih dekat dengan para konsumen.

Baca Juga : Cara Menggunakan Hasil Riset Keyword untuk SEO

Meningkatkan Brand Awareness

Untuk mengembangkan suatu bisnis, pelaku usaha harus memperhatikan brand awareness. Semakin banyak orang tahu tentang merek kamu, maka semakin tinggi pula peluang kamu mendapatkan loyalitas dari para konsumen. Maka dari itu, salah satu cara membangun loyalitas konsumen adalah dengan meningkatkan brand awareness.

Terus Berinovasi

Melakukan inovasi pada setiap produk yang kamu tawarkan merupakan cara membangun loyalitas konsumen lainnya. Dengan menciptakan produk maupun varian baru, akan membuat para pelanggan tidak bosan dan mata mereka akan selalu tertuju pada bisnismu.

Jika anda membutuhkan Jasa Digital Marketing, Anda bisa hubungi kami di sini atau klik bieproduction.com

Cara Menggunakan Hasil Riset Keyword untuk SEO

Cara Menggunakan Hasil Riset Keyword untuk SEO

Penggunaan kata kunci atau keyword sesuai kaidah SEO atau Search Engine Optimization dalam konten artikel dapat memberikan dampak besar terhadap peringkat pencarian dan visibilitas website, baik itu long-tail keyword, mid-tail keyword, atau short-tail keyword. – Cara Menggunakan Hasil Riset

Cara Menggunakan Hasil Riset Keyword untuk SEO
Cara Menggunakan Hasil Riset Keyword untuk SEO

Pada dasarnya, tips SEO terkait mengoptimalkan keyword selalu di awali dengan proses riset, di mana mengharuskan kamu untuk menemukan keyword yang relevan dengan topik konten artikel atau website bisnis kamu.

Contohnya, keyword yang mana mewakili informasi yang paling di cari oleh pengunjung atau keyword yang membantu proses penjualan produk atau layanan bisnis kamu.

Walaupun berhasil melakukan riset keyword, belum tentu juga berhasil dalam mengimplementasikan atau menempatkan keyword dengan benar pada isi konten artikel. Karena itu, kamu perlu simak penjelasan cara menggunakan hasil riset keyword pada artikel SEO di bawah ini.

Judul Konten dan Meta Title

Bagian konten artikel yang harus memiliki keyword adalah judul dan meta title. Usahakan untuk menyertakan keyword secara alami, namun dapat menarik perhatian pengunjung. Langkah ini akan membantu pengunjung dan bahkan mesin pencari untuk memahami maksud dari konten artikel dengan jelas.

Baca Juga : Cara Berjualan di Shopee Lengkap dan Mudah

Paragraf Pertama Artikel

Apabila konten website kamu berupa artikel, usahakan untuk menuliskan keyword SEO secara alami dalam paragraf pertama artikel kamu. Cara ini juga membantu mesin pencari untuk memahami isi atau konteks dari artikel dan meningkatkan relevansi artikel dengan kebutuhan pengunjung.

Subjudul Konten (H1, H2, H3, atau H4)

Selain itu, kamu juga bisa cantumkan keyword dalam beberapa subjudul atau heading artikel. Tujuannya agar kamu dapat membantu pengunjung untuk memahami struktur artikel dan memberikan petunjuk tentang apa yang akan pengunjung temukan di bagian yang berikutnya.

Meta Description

Sebagai informasi awal, meta description adalah cuplikan atau ringkasan singkat konten artikel yang muncul di halaman hasil pencarian. Ini juga harus memuat keyword utama konten SEO yang di tulis secara alami, karena dapat membantu mesin pencari dan pengunjung untuk memahami konten artikel dengan lebih baik.

Struktur URL

Bagian konten terakhir yang wajib memuat keyword adalah struktur URL. Singkatnya, URL merupakan barisan teks yang umumnya berada di address bar browser kamu. URL yang mengandung keyword, secara tidak langsung memudahkan mesin pencari untuk mengindeks website serta memberikan petunjuk lebih tentang isi artikel kepada mesin pencari.

Jika Anda membutuhkan  Jasa SEO , Anda bisa menghubungi kami  di sini  atau klik  bieproduction.com

Cara Berjualan di Shopee Lengkap dan Mudah

Cara Berjualan di Shopee Lengkap dan Mudah

Kini Shopee menjadi salah satu e-commerce paling populer di Indonesia. Makanya, tidak heran jika banyak pebisnis yang tertarik memasarkan produk mereka di platform ini. Sayangnya, masih banyak orang yang belum paham cara menjual di Shopee agar bisa mendapat keuntungan yang maksimal. – Cara Berjualan di Shopee

Cara Berjualan di Shopee Lengkap dan Mudah
Cara Berjualan di Shopee Lengkap dan Mudah

Membuat Akun Shopee

Sebagai penjual atau seller di platform online, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat akun. Jadi, kamu perlu membuat akun di Shopee terlebih dahulu. Tujuannya sudah pasti agar kamu bisa melakukan aktivitas jual beli.

Membuka Toko Online

Jika akun kamu sudah teraktivasi, maka selanjutnya bisa langsung membuka toko online. Caranya adalah dengan mengunjungi situs Shopee di peramban. Dalam hal ini, lebih disarankan untuk menggunakan laptop atau komputer.

Mengunggah Foto Produk

Setelah membuat toko, kamu pun bisa mulai mengunggah berbagai produk yang akan dijual. Tentunya kamu harus menyiapkan gambar dengan kualitas dan angle terbaik, agar terlihat lebih menarik oleh calon pembeli.

Baca Juga : 4 Tipe Konsumen dalam Bisnis

Mempromosikan Produk

Langkah ini hanya bisa kamu lakukan jika proses verifikasi telah selesai. Sama seperti promosi bisnis pada umumnya, promosi yang kamu lakukan ini juga bertujuan agar produk yang dijual berhasil dilirik oleh calon pelanggan.

Manfaatkan Platform Digital Marketing

Pada dasarnya, untuk bisa mendapatkan tingkat penjualan tinggi dengan keuntungan yang maksimal, kamu tidak hanya bisa memanfaatkan aplikasi Shopee sebagai platform utama saja. Sebab, kini sudah semakin banyak pebisnis yang menggunakan platform digital marketing lainnya untuk membantu memasarkan produk. Jadi, mereka tidak hanya melakukan optimasi di Shopee, tetapi juga di platform lainnya.

Jika anda membutuhkan Jasa Digital Marketing, Anda bisa hubungi kami di sini atau klik bieproduction.com

4 Tipe Konsumen dalam Bisnis

4 Tipe Konsumen dalam Bisnis

Tipe konsumen yang berbeda-beda, pastinya membuat kamu selaku pelaku bisnis harus memutar otak lebih keras agar memiliki strategi terbaik untuk menghadapinya. Oleh karena itu, penting bagi kamu memahami konsumen seperti apa yang kamu jumpai. Sehingga kamu bisa memaksimalkan potensi pelanggan untuk membeli produk. – 4 Tipe Konsumen dalam

4 Tipe Konsumen dalam Bisnis
4 Tipe Konsumen dalam Bisnis

Wandering Customer

Tipe konsumen pertama yaitu para pelanggan yang datang dengan niat untuk melakukan pengamatan dan mendapatkan banyak informasi. Pada dasarnya, tipe ini memiliki kecenderungan tidak membeli. Mereka mengunjungi toko karena tertarik dengan suasana atau kesan pertama yang menarik.

New Customer

Sudah menjadi rahasia umum, jika seorang pelanggan baru adalah potensi besar yang harus kamu ulik sedalam mungkin. Karena tipe pelanggan seperti ini biasanya memiliki tujuan atau keinginan produk yang jelas, walaupun terkadang masih banyak yang tak tahu nama atau brand dari produk.

Baca Juga : Urutan Proses Pembuatan Website yang Efektif

Discount Hunter

Sudah menjadi insting bagi manusia untuk mengejar sebuah keuntungan, salah satunya adalah mendapatkan harga diskon. Oleh karena itu, banyak pelanggan yang membeli sebuah produk karena tergiur dengan embel-embel diskon atau sale yang kamu tawarkan.

Loyal Customer

Tipe konsumen terakhir adalah pelanggan yang harus kamu jaga kepercayaan dan juga hubungan baiknya. Bagaimana tidak? Pelanggan loyal akan membeli berbagai produk baru atau recommended, karena berasal dari bisnis yang kamu kelola. Biasanya pelanggan seperti ini merasa puas pada pertemuan pertama dengan bisnis kamu.

Jika anda membutuhkan Jasa Digital Marketing, Anda bisa hubungi kami di sini atau klik bieproduction.com

Urutan Proses Pembuatan Website yang Efektif

Urutan Proses Pembuatan Website yang Efektif

Website adalah salah satu platform internet yang berguna bagi banyak bidang kehidupan. Baik untuk kebutuhan pribadi atau golongan tertentu. Kebutuhan pembuatan website yang tinggi menjadi peluang besar bagi seorang programmer web. – Urutan Proses Pembuatan Website

Urutan Proses Pembuatan Website yang Efektif
Urutan Proses Pembuatan Website yang Efektif

Tahapan Preparation

Dalam pembuatan sebuah website, hal pertama adalah menyiapkan apa saja yang kamu perlukan. Terutama beberapa hal penting seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Jika kamu masih awam, ada baiknya memulai dengan hal berikut:

  • Menentukan tujuan pembuatan website, baik untuk membuat sistem informasi, toko online, web blog, atau kebutuhan lainnya.
  • Siapkan berbagai aplikasi atau tools yang akan kamu gunakan. Mulai dari bahasa pemrograman, library pendukung, text editor, website, dan beberapa tools pelengkap lainnya.

Tahapan Planning

Langkah berikutnya yang bisa kamu lakukan setelah semua tools sudah ready adalah melakukan tahapan planning. Hal tersebut akan melibatkan berbagai kegiatan. Seperti pembuatan analisa masalah, flowchart, DFD, skema database, proses bisnis dan skema desain website.

Baca Juga : 3 Perbedaan Dofollow dan Nofollow Backlinks

Tahapan Design Execution

Melalui riset dan perencanaan yang sebelumnya sudah kamu buat, kini kamu bisa berlanjut ke tahapan pembuatan desain. Dalam hal ini, pengalaman desain dan pemahaman konsep UI (User Interface) serta UX (User eXperience) sangat kamu perlukan.

Tahapan Coding atau Scripting

Setelah desain berhasil kamu buat, proses pembuatan web berikutnya adalah mengeksekusi pengembangan source code berdasarkan tools dan bahasa pemrograman yang sudah kamu siapkan. Dalam pembuatan website, sebenarnya tahapan inilah yang biasanya memakan proses paling panjang.

Testing 

Walaupun dalam proses pembuatan website coding kamu sudah melakukan pengujian berkala. Namun, sebelum peluncuran produk, prototype harus melalui tahapan testing. Tahapan ini mencakup bug hunting, error hunting, dan pengujian menyeluruh menggunakan berbagai contoh kasus.

Jika anda membutuhkan Jasa Pembuatan Website, Anda bisa hubungi kami di sini atau klik bieproduction.com

3 Perbedaan Dofollow dan Nofollow Backlinks

3 Perbedaan Dofollow dan Nofollow Backlinks

Salah satu jenis backlink yang umum di gunakan oleh para pakar SEO adalah dofollow backlinks. Backlink adalah aspek yang cukup penting dalam optimasi SEO. Namun, tidak semua backlink di ciptakan memiliki sifat yang sama. Ada dua jenis backlink yang umum di gunakan, yakni nofollow dan dofollow. – 3 Perbedaan Dofollow dan

3 Perbedaan Dofollow dan Nofollow Backlinks
3 Perbedaan Dofollow dan Nofollow Backlinks

Perbedaan antara keduanya dapat mempengaruhi peringkat website kamu di halaman hasil pencarian Google. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci apa itu backlink nofollow dan dofollow, serta bagaimana kamu dapat memanfaatkannya untuk strategi SEO.

Perbedaan Nofollow dan Dofollow Backlinks

Pengaruh pada Peringkat

Mesin pencari tidak akan memperhitungkan tautan dengan atribut nofollow dalam peringkat pencarian mereka. Namun, tautan dofollow justru sebaliknya. Atribut ini dapat memberikan dampak yang positif pada peringkat website kamu.

Baca Juga : Perbedaan Website Statis dan Dinamis

Sumber Tautan

Nofollow umumnya di gunakan untuk tautan yang di hasilkan oleh pengguna, seperti komentar blog atau tautan dalam forum. Sedangkan untuk dofollow, biasanya atribut ini kamu gunakan untuk tautan yang khusus dari pemilik website. Contohnya seperti tautan editorial atau konten yang relevan.

Traffic dan Konversi

Nofollow tidak bisa secara langsung berkontribusi pada peningkatan trafik dan konversi website kamu. Namun, dofollow backlinks dari website berkualitas dapat membawa trafik yang lebih baik dan potensi untuk meningkatkan konversi.

Jika Anda membutuhkan  Jasa SEO , Anda bisa menghubungi kami  di sini  atau klik  bieproduction.com

Perbedaan Website Statis dan Dinamis

Perbedaan Website Statis dan Dinamis

Website statis dan dinamis adalah jenis website yang memiliki perbedaan mendasar dalam cara beroperasi dan memberikan konten kepada pengguna. Website statis merupakan jenis website yang kontennya di tampilkan secara tetap dan tidak berubah-ubah, seperti halaman-halaman informasi atau brosur online. – Perbedaan Website Statis dan

Perbedaan Website Statis dan Dinamis
Perbedaan Website Statis dan Dinamis

Penggunaan Database

merupakan satu tempat yang akan menyimpan semua data dan informasi yang ada dalam website tersebut. Termasuk pada website dinamis, pada jenis website ini penggunaan database juga memiliki peran yang cukup besar. Tidak hanya menyimpan, namun database juga akan mengolah dan memproses data yang ada.

Sementara pada website statis, penggunaan database tidak begitu besar. Database hanya digunakan untuk menyimpan data, tanpa perlu mengolah atau memproses apapun. Selain itu, data yang disimpan juga tidak terlalu besar.

Konten

Pada website statis, bagian konten jarang berubah. Bagian ini sendiri akan melakukan update yang biasanya terjadi dalam rentang waktu tertentu. Hal ini berbeda dengan website dinamis yang kontennya bisa berubah setiap saat.

Pada website dinamis, perubahan konten juga bisa berbeda antara satu pengguna dengan pengguna lainnya. Perubahan ini sendiri terjadi tanpa perlu melakukan perbahan pada struktur website.

Baca Juga : 4 Penyebab Ranking SEO Bisa Mendadak Turun

Desain

Pada website dinamis, maka pemilihan desain merupakan hal penting. Tidak hanya menarik, namun desain tersebut juga harus memiliki beberapa fitur tambahan lainnya. Selain itu, desain tersebut juga harus bisa mendukung penggunaan plugin lain.

Namun pada website statis, penggunaan desain cenderung lebih sederhana. Faktor utama pemilihan desain pada website statis adalah informasi yang ada di dalamnya harus bisa terbaca dengan mudah dan tersampaikan dengan jelas.

Penggunaan Website

Hal lainnya yang juga menjadi pembeda antara website statis dan dinamis adalah penggunaan website. Dengan format yang berbeda, maka peruntukan kedua situs ini juga berbeda.

Website statis misalnya, jenis website ini lebih banyak di gunakan untuk website yang informasinya tidak terlalu sering berubah. Misalnya website untuk jualan, company profile, landing page, dan lainnya.

Sementara website dinamis banyak di gunakan untuk website yang lebih kompleks. Dengan semua fitur yang ada, contoh penggunaan website dinamis misalnya untuk toko online, media sosial, dan lainnya.

Jika anda membutuhkan Jasa Pembuatan Website, Anda bisa hubungi kami di sini atau klik bieproduction.com

4 Penyebab Ranking SEO Bisa Mendadak Turun

4 Penyebab Ranking SEO Bisa Mendadak Turun

Jika bekerja dalam ruang lingkup website atau internet, maka kamu pasti sudah tidak asing dengan SEO. Sayangnya, terkadang ada kalanya ranking SEO mengalami penurunan secara drastis. Jika hal ini terjadi, jangan panik. Karena kamu dapat mencari penyebabnya terlebih dahulu. – 4 Penyebab Ranking SEO

4 Penyebab Ranking SEO Bisa Mendadak Turun
4 Penyebab Ranking SEO Bisa Mendadak Turun

Ada banyak faktor yang akan menyebabkan penurunan ranking SEO. Agar bisa meminimalisir terjadinya penurunan tersebut, kamu bisa memahami beberapa faktor penyebabnya sebagai berikut :

Ada Kesalahan di Google Web

Google webmaster tools yang kamu gunakan untuk blog, bisa saja mengalami kesalahan. Misalnya seperti tag judul ganda, tag judul duplikat, judul tidak inovatif, crawl error 404, dan sejenisnya. Tips untuk mengatasi kesalahan tersebut, kamu bisa membuka tools secara berkala. Selain itu, sebaiknya segera memperbaiki jika tools mengalami banyak masalah yang serius.

Kurang Update Artikel

Salah satu masalah dalam dunia blogger adalah penerbitan artikel yang jarang di lakukan. Padahal, artikel memiliki peran penting dalam meningkatkan peringkat SEO sebuah website atau blog. Ketika menerbitkan artikel, berarti kamu sudah berhasil menanam link ke Google. Sehingga, Google akan melakukan pembaharuan setiap kamu update artikel di blog. Meski kamu sudah menerapkan teknik SEO yang sesuai, namun jika tidak konsisten dalam menerbitkan artikel, maka tidak akan membuat blog memiliki SEO stabil. Apalagi jika blog kamu terbilang masih baru.

Baca Juga : Tips Memanfaatkan Instagram Reels untuk Bisnis

Duplikat Konten

Adanya duplikasi konten bisa menjadi faktor penyebab menurunnya ranking SEO. Sebagai contoh, ketika kamu menerbitkan artikel di blog, namun ada website lain yang memposting artikel yang sama persis. Sehingga, kedua ranking blog akan memiliki perbandingan yang cukup signifikan. Bahkan mirisnya, pencarian teratas Google justru menjadi milik blog peniru tersebut. Duplikat konten dapat membuat ekstensi Google terbagi, sehingga merugikan banyak pihak.

Performa Marketing Kurang Tepat

Salah satu yang membuat SEO memiliki ranking tinggi adalah teknik marketing yang tepat. Lewat performance marketing dan konten berkualitas, blog akan berada di peringkat tinggi hasil pencarian Google. Selain itu, keyword juga mempengaruhi terjadinya kompetisi peringkat SEO. Jika kompetisi semakin ketat, maka performa marketing blog juga akan turun. Sehingga, ranking SEO sulit ada di ranking teratas. Meskipun sudah berhasil ke ranking atas, biasanya akan terjadi fluktuatif.

Jika Anda membutuhkan  Jasa SEO , Anda bisa menghubungi kami  di sini  atau klik  bieproduction.com